Time Start : 19.38 WIB
Audience : Semua Masyarakat khususnya
yang berada di daerah rawan kebakaran hutan
Tujuan : Masyarakat lebih
waspada terhadap asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan
Revisi : 1
PENGARUH
PAPARAN ASAP KEBAKARAN HUTAN BAGI KESEHATAN MAKHLUK HIDUP
Latar Belakang
Hutan merupakan paru-paru dunia yang memiliki peran
penting dalam keberlangsungan hidup suatu manusia. Hutan juga merupakan sumber
kehidupan bagi tumbuh-tumbuhan maupun hewan-hewan seperti gajah, singa, orang
utan dan sebagainya, karena di hutan inilah hewan-hewan tersebut dapat memenuhi
kehidupannya. Tanpa hutan, manusia tidak akan memiliki persediaan oksigen yang
cukup untuk bernapas, Hilangnya tempat tinggal bagi satwa liar, tidak adanya
yang melindungi bumi dari pemanasan global akibat sinar matahari dan masih
banyak kerugian lainnya.
Saat ini Kebakaran hutan kembali melanda di sejumlah
wilayah Indonesia, khususnya wilayah Riau dan Kalimantan. Kebakaran hutan
biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti petir, kecorobohan manusia
atupun pembakaran. Dampak dari kebakaran hutan yang paling nyata adalah kabut
asap. Kabut asap ini dapat menutupi seluruh kota maupun daerah-daerah sekitar.
Hal ini menyebabkan tercemarnya udara serta terganggunya segala aktivitas yang
ada.
Dampak kebakaran hutan ini akan terus berlangsung
meski kebakaran sudah padam. Hal inilah yang membuat asap dari kebakaran dapat
berbahaya untuk kesehatan. Asap kebakaran hutan biasanya akan menyebarkan zat kimia
yang berbahaya, seperti pestisida, cat, bahan bakar, hingga pelapis bangunan.
Sebagian besar zat kimia ini berasal dari pepohonan, bangunan, kendaraan,
fasilitas industri, dan pemukiman sekitar hutan.
Bila terhirup, partikel pada asap kebakaran hutan dapat
masuk ke paru-paru sehingga menimbulkan gangguan pernapasan, seperti asma,
bronkitis, pneumonia, serta penyakit paru obstruktif kronis. Campuran gas, zat
kimia, partikel debu, dan berbagai bahan pada asap kebakaran bisa membuat kita
jadi sulit bernapas, sesak napas, iritasi tenggorokan, batuk, sinus, hingga
iritasi mata dan sakit kepala.
Adapun akibat untuk jangka panjangnya adalah paparan
asap dapat menurunkan kualitas udara di lingkungan sekitar. Masyarakat yang
tinggal di daerah itu juga berpotensi mengalami gangguan kesehatan kronis,
seperti penyakit diabetes, ginjal, masalah kesuburan hingga peningkatan tekanan
darah. Bahkan beberapa penelitian menemukan bahwa paparan asap kebakaran hutan
bisa mengakibatkan gangguan pada syaraf.
Berdasarkan uraian dan masalah yang telah dipaparkan,
maka perlu dilakukan kajian serta penelitian mengenai ”Pengaruh Paparan Asap
Kebakaran Hutan bagi Kesehatan Makhluk Hidup”.
Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah dari latar belakang diatas adalah “Benarkah paparan asap dari
kebakaran hutan dapat berdampak seumur hidup?”
Sumber Daya
1. Alat-alat yang diperlukan dalam penelitian untuk
pengecekan darah pada manusia maupun satwa yang terkena paparan asap.
2. 30 orang peneliti yang diperlukan dalam melakukan
penelitian.
3. Waktu yang diperlukan dalam penelitian adalah 1
tahun.
Batasan Masalah
1. Penelitian hanya dilakukan di daerah Riau.
2. Penelitian ini hanya meneliti 136 orang serta 50
primata seperti monyet yang terkena paparan asap.
Tujuan
Tujuan akhir dari penelitian ini
adalah untuk menghimbau serta membuka pola pikir masyarakat tentang bahaya asap
yang diakibatkan oleh kebakaran hutan terhadap kesehatan khususnya yang terkena
paparan asap langsung baik itu manusia, hewan maupun tumbuhan.
Manfaat
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak
buruk yang ditimbulkan oleh asap kebakaran hutan.
2. Mendorong masyarakat agar lebih peduli dan menjaga
lingkungan khususnya hutan, dengan tidak membakar hutan sembarangan.
3. Mempermudah masyarakat dalam mengantisipasi akan hal
apa yang diperlukan dan harus dilakukan ketika terjadi kebakaran hutan.
Time End : 20.04 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar