Sabtu, 16 November 2019

Rangkuman Materi Metode Penjadwalan



Time Start        : 19.15 WIB
Audience          : Semua kalangan khususnya orang yang akan meneliti
Tujuan             : Untuk mengetahui atau menambah pengetahuan tentang metode penjadwalan


Rangkuman Materi Metode Penjadwalan

            Penjadwalan didefinisikan sebagai terjemahan dari rencana pengembangan sebuah tabel waktu dari awal hingga berakhirnya suatu kegiatan atau proyek dengan tujuan untuk menyelesaikan pekerjaan. Penjadwalan juga dapat membantu dalam menentukan anggaran operasional suatu proyek yang memungkinkan untuk mengalokasikan sumber daya dalam suatu kegiatan. Penjadwalan tidak hanya ditetapkan berdasarkan waktu tetapi juga data dan pemanfaaatan suatu sumber daya. Jadwal yang akan dihasilkan dari proses penjadwalan  memungkinkan direktur proyek untuk menilai dan memperkirakan data penyelesaian, serta dapat menginformasikan berbagai unit organisasi tentang jadwal yang harus dipertahankan untuk tugas tertentu.

Kendala Penjadwalan
Adapun beberapa kendala dalam penjadwalan sebagai berikut.
1. Ketersediaan sumber daya tertentu selama periode kalender tertentu.
2. Urutan umum pekerjaan dalam rencana proyek.
3. Pertimbangan kebutuhan sumber daya dari proyek lain saat ini atau masa yang akan datang,
4. Tuntutan yang berbeda atau bertentangan pada sumber daya yang sama.
5. Keinginan untuk menghindari beban puncak untuk keterampilan tertentu.
6. Ketersediaan kapasitas lokal untuk melakukan tugas tertentu.
7. Batasan dan persyaratan yang diberlakukan oleh lembaga donor.
8. Keinginan untuk meminimalkan waktu lembur dan menganggur.
9. Diperlukan integrasi dengan rencana atau proyek lain menggunakan sumber daya yang sama.
10. Penilaian manajer atas waktu yang wajar untuk melakukan kegiatan yang sifatnya tidak pasti.
11. Kendala teknis seperti ketidakpastian yang mungkin memerlukan waktu ekstra.
12. Kebijakan personil lokal mengenai praktik kerja (liburan, cuti sakit, dll.)
13. Hukum nasional, negara bagian, dan lokal yang mengatur praktik kerja.
14. Kesulitan yang melekat dalam penjadwalan jauh sebelumnya.
15. Jumlah hari kerja yang bervariasi dalam sebulan dan terjemahannya ke dalam tanggal kalender.

Karakteristik Jadwal yang Baik
Jadwal harus dibuat dengan “masuk akal”. Berikut adalah kriteria yang memungkinkan:
1. Untuk menyelesaikan proyek dalam jumlah waktu minimum:
2. Untuk menyelesaikan proyek dengan jumlah biaya minimum:
3. Untuk memaksimalkan kinerja dalam proyek.

Langkah Penjadwalan
Merancang jadwal dimulai dengan kegiatan individu dan paket pekerjaan. Kemudian dilanjutkan dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya, dimana waktu yang telah dijadwalkan mungkin lebih pendek / lebih lama dari perkiraan waktu untuk aktivitas. Setelah menyelesaikan langkah tersebut, total waktu harus melebihi waktu yang tersedia atau total biaya terlampaui, penyesuaian harus dilakukan, menggunakan prosedur kegiatan paralel, menghilangkan tugas, mendefinisikan kembali lingkup pekerjaan, dan menyesuaikan sumber daya. Penyesuaian berlanjut sampai jadwal dibuat yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh manajer.

Penjadwalan Ulang
Setelah proyek dan operasi dimulai, suatu proyek perlu melakukan penjadwalan ulang dari waktu ke waktu karena jadwal yang telah dibuat dapat terganggu karena berbagai alasan, misalnya seperti keterlambatan yang tidak biasa dalam menyelesaikan suatu kegiatan serta peningkatan waktu kendur karena penyelesaian awal suatu kegiatan.Adapun faktor yang dapat menyebabkan penjadwalan ulang antara lain, yaitu perubahan tujuan utama atau pendukung suatu proyek, perubahan dalam alur kerja yang diperlukan dalam mencapai tujuan, serta perubahan dalam pendanaan.

Masalah dalam Penjadwalan
Ada empat masalah berbeda yang terkait dengan proses penjadwalan, yaitu:
1. Waktu Durasi Masalah yang Tetap . Masalah penjadwalan ini muncul ketika ada kendala pada total waktu durasi proyek.
2. Masalah Sumber Daya Tetap. Masalah penjadwalan ini muncul ketika sebuah proyek dikelola memiliki kumpulan sumber daya yang tidak dapat dilampaui. Tujuannya adalah untuk menjadwalkan kegiatan dengan meminimalkan kemungkinan peningkatan total waktu proyek.
3. Masalah Waktu/Biaya Konsep Penjualan. Suatu penjadwalan dapat menjadi masalah besar jika waktu atau sumber daya dibatasi hingga batas tertentu.
4. Masalah Penjadwalan Multi-Proyek. Di banyak organisasi, beberapa proyek berjalan secara bersamaan di bawah manajer proyek yang berbeda. Proyek-proyek ini memanfaatkan beberapa sumber daya umum organisasi. akibatnya timbul konflik tentang pemanfaatan sumber daya.

Keterbatasan Jadwal
Berikut ini adalah kelemahan utama dari sebuah jadwal:
1. Sangat memakan waktu dan mahal dalam mengelola subjek secara pribadi.
2. Beberapa subjek terkadang memiliki beberapa pertanyaan waktu tentang jadwal dan sulit untuk menjelaskan dan memuaskan mereka.
3. Beberapa mata pelajaran harus dilakukan untuk mendapatkan data.
4. Beberapa subjek, misalnya administrator kepala sekolah tidak mudah didekati dan mendapatkan janji untuk mengelola sarana.
5. Subjek terkadang lebih waspada atau cerdas daripada peneliti sehinggan peneliti memiliki kesulitan untuk mengelola sarana.
6. Pada sampel besar subjek, sarana ini tidak dapat digunakan secara efektif dan mudah.


Time End        : 20.11 WIB

Rabu, 25 September 2019

Pengaruh Kebakaran Hutan


Time Start        : 19.38 WIB
Audience          : Semua Masyarakat khususnya yang berada di daerah rawan kebakaran hutan
Tujuan              : Masyarakat lebih waspada terhadap asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan
Revisi              : 1


PENGARUH PAPARAN ASAP KEBAKARAN HUTAN BAGI KESEHATAN MAKHLUK HIDUP


Latar Belakang

Hutan merupakan paru-paru dunia yang memiliki peran penting dalam keberlangsungan hidup suatu manusia. Hutan juga merupakan sumber kehidupan bagi tumbuh-tumbuhan maupun hewan-hewan seperti gajah, singa, orang utan dan sebagainya, karena di hutan inilah hewan-hewan tersebut dapat memenuhi kehidupannya. Tanpa hutan, manusia tidak akan memiliki persediaan oksigen yang cukup untuk bernapas, Hilangnya tempat tinggal bagi satwa liar, tidak adanya yang melindungi bumi dari pemanasan global akibat sinar matahari dan masih banyak kerugian lainnya.
Saat ini Kebakaran hutan kembali melanda di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya wilayah Riau dan Kalimantan. Kebakaran hutan biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti petir, kecorobohan manusia atupun pembakaran. Dampak dari kebakaran hutan yang paling nyata adalah kabut asap. Kabut asap ini dapat menutupi seluruh kota maupun daerah-daerah sekitar. Hal ini menyebabkan tercemarnya udara serta terganggunya segala aktivitas yang ada.
Dampak kebakaran hutan ini akan terus berlangsung meski kebakaran sudah padam. Hal inilah yang membuat asap dari kebakaran dapat berbahaya untuk kesehatan. Asap kebakaran hutan biasanya akan menyebarkan zat kimia yang berbahaya, seperti pestisida, cat, bahan bakar, hingga pelapis bangunan. Sebagian besar zat kimia ini berasal dari pepohonan, bangunan, kendaraan, fasilitas industri, dan pemukiman sekitar hutan.
Bila terhirup, partikel pada asap kebakaran hutan dapat masuk ke paru-paru sehingga menimbulkan gangguan pernapasan, seperti asma, bronkitis, pneumonia, serta penyakit paru obstruktif kronis. Campuran gas, zat kimia, partikel debu, dan berbagai bahan pada asap kebakaran bisa membuat kita jadi sulit bernapas, sesak napas, iritasi tenggorokan, batuk, sinus, hingga iritasi mata dan sakit kepala.
Adapun akibat untuk jangka panjangnya adalah paparan asap dapat menurunkan kualitas udara di lingkungan sekitar. Masyarakat yang tinggal di daerah itu juga berpotensi mengalami gangguan kesehatan kronis, seperti penyakit diabetes, ginjal, masalah kesuburan hingga peningkatan tekanan darah. Bahkan beberapa penelitian menemukan bahwa paparan asap kebakaran hutan bisa mengakibatkan gangguan pada syaraf.
Berdasarkan uraian dan masalah yang telah dipaparkan, maka perlu dilakukan kajian serta penelitian mengenai ”Pengaruh Paparan Asap Kebakaran Hutan bagi Kesehatan Makhluk Hidup”.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari latar belakang diatas adalah “Benarkah paparan asap dari kebakaran hutan dapat berdampak seumur hidup?”

Sumber Daya
  1.    Alat-alat yang diperlukan dalam penelitian untuk pengecekan darah pada manusia maupun satwa yang terkena paparan asap.
   2.      30 orang peneliti yang diperlukan dalam melakukan penelitian.
   3.      Waktu yang diperlukan dalam penelitian adalah 1 tahun.

Batasan Masalah
   1.      Penelitian hanya dilakukan di daerah Riau.
  2.     Penelitian ini hanya meneliti 136 orang serta 50 primata seperti monyet yang terkena paparan asap.

Tujuan
            Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk menghimbau serta membuka pola pikir masyarakat tentang bahaya asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan terhadap kesehatan khususnya yang terkena paparan asap langsung baik itu manusia, hewan maupun tumbuhan.

Manfaat
   1.      Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak buruk yang ditimbulkan oleh asap kebakaran hutan.
    2.          Mendorong masyarakat agar lebih peduli dan menjaga lingkungan khususnya hutan, dengan tidak membakar hutan sembarangan.
   3.      Mempermudah masyarakat dalam mengantisipasi akan hal apa yang diperlukan dan harus dilakukan ketika terjadi kebakaran hutan.


Time End        : 20.04 WIB

Jumat, 20 September 2019

Pengaruh Kebakaran Hutan


Time Start        : 10.40 WIB
Audience          : Semua Masyarakat khususnya yang berada di daerah rawan kebakaran hutan
Tujuan              : Masyarakat lebih waspada terhadap asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan



PENGARUH PAPARAN ASAP KEBAKARAN HUTAN BAGI KESEHATAN MAKHLUK HIDUP



Latar Belakang

Hutan merupakan paru-paru dunia yang memiliki peran penting dalam keberlangsungan hidup suatu manusia. Hutan juga merupakan sumber kehidupan bagi tumbuh-tumbuhan maupun hewan-hewan seperti gajah, singa, orang utan dan sebagainya, karena di hutan inilah hewan-hewan tersebut dapat memenuhi kehidupannya. Tanpa hutan, manusia tidak akan memiliki persediaan oksigen yang cukup untuk bernapas, Hilangnya tempat tinggal bagi satwa liar, tidak adanya yang melindungi bumi dari pemanasan global akibat sinar matahari dan masih banyak kerugian lainnya.
Saat ini Kebakaran hutan kembali melanda di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya wilayah Riau dan Kalimantan. Kebakaran hutan biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti petir, kecorobohan manusia atupun pembakaran. Dampak dari kebakaran hutan yang paling nyata adalah kabut asap. Kabut asap ini dapat menutupi seluruh kota maupun daerah-daerah sekitar. Hal ini menyebabkan tercemarnya udara serta terganggunya segala aktivitas yang ada.
Dampak kebakaran hutan ini akan terus berlangsung meski kebakaran sudah padam. Hal inilah yang membuat asap dari kebakaran dapat berbahaya untuk kesehatan. Asap kebakaran hutan biasanya akan menyebarkan zat kimia yang berbahaya, seperti pestisida, cat, bahan bakar, hingga pelapis bangunan. Sebagian besar zat kimia ini berasal dari pepohonan, bangunan, kendaraan, fasilitas industri, dan pemukiman sekitar hutan.
Bila terhirup, partikel pada asap kebakaran hutan dapat masuk ke paru-paru sehingga menimbulkan gangguan pernapasan, seperti asma, bronkitis, pneumonia, serta penyakit paru obstruktif kronis. Campuran gas, zat kimia, partikel debu, dan berbagai bahan pada asap kebakaran bisa membuat kita jadi sulit bernapas, sesak napas, iritasi tenggorokan, batuk, sinus, hingga iritasi mata dan sakit kepala.
Adapun akibat untuk jangka panjangnya adalah paparan asap dapat menurunkan kualitas udara di lingkungan sekitar. Masyarakat yang tinggal di daerah itu juga berpotensi mengalami gangguan kesehatan kronis, seperti penyakit diabetes, ginjal, masalah kesuburan hingga peningkatan tekanan darah. Bahkan beberapa penelitian menemukan bahwa paparan asap kebakaran hutan bisa mengakibatkan gangguan pada syaraf.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk mengkaji tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh asap kebakaran hutan terhadap kesehatan dengan judul penelitian yaitu Pengaruh Paparan Asap Kebakaran Hutan bagi Kesehatan Makhluk Hidup”.



Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari latar belakang diatas adalah “Benarkah paparan asap dari kebakaran hutan dapat berdampak seumur hidup?”.



Time End        : 12.27 WIB